Loading...

Search This Blog

Loading...

Monday, May 11, 2009

PERMASALAHAN DALAM PERBANKAN ISLAM (1)

Daya Tarik Deposito

Ketika didirikan, bank-bank Islam yang beroperasi di Negara yang menerapkan sistem campuran (islami-konvensional) sepenuhnya mengandalkan daya tarik keagamaan untuk memperoleh laba. Penekanan pada daya tarik keagamaan ini terus berlanjut. Satu contoh, Said (1995) melaporkan bahwa Faisal Islamic Bank of Egypt (FIBE) sukses menarik hati kaum muslim, terutama yang meyakini keharaman bunga, untuk mendepositokan dana mereka. Untuk menarik minat nasabah di tengah pasar keuangan yang semakin kompetitif, FIBE menggunakan beberapa cara :

Merekrut ulama untuk menyiarkan pelarangan bunga dan menyatakan keharamannya, dan bahwa laba yang halal dapat diperoleh dengan mendepositokan dana di bank-bank Islam.Menekankan kewajiban agama dengan cara menghimpun dan mendistribusikan zakat.

Mengadakan berbagai seminar dan konferensi untuk menyebarkan manfaat perbankan Islam.

Meminimalisasi setiap potensi ancaman terhadap raison d’etre yaitu adanya informasi heterogen dan berbiaya mahal dalam transaksi keuangan; dengan memanfaatkan ulama pendukung dan media massa, misalnya ketika Mufti-alThanthawi memfatwakan kehalalan bunga atas sertifikat investasi.
  • Menawarkan berbagai fasilitas perbankan modern seperti ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan layanan perbankan modern mempergunakan perangkat teknologi komputer terbaru dalam setiap operasi perbankan.

    Memberikan kepada para deposan laba yang dapat bersaing dengan bunga dari bank-bank konvensional.

    Meskipun semua langkah itu relevan, dua upaya terakhir mutlak dilakukan. Saat ini, pasar sudah tidak lagi dalam masa pertumbuhan dan bank Islam tidak bisa menerima nasabah apa adanya. Ada banyak lembaga keuangan, termasuk bank-bank ala Barat, yang bersaing dengan bank-bank Islam murni melalui ”jendela-jendela” Islami. Dan, pengalaman pasar modal mengajarkan bahwa perolehan laba dan margin laba menurun ketika muncul institusi keuangan baru. Misalnya, sekuritisasi dan masuknya para penyedia hipotek independen ke pasar pembiayaan perumahan konvensional menyebabkan turunnya margin laba sebesar lebih dari satu poin persen (100 poin dasar) di Amerika Serikat, Inggris dan Australia.

    Ada beberapa studi yang telah dilakukan mengenai faktor-faktor yang mendorong diberikannya perlindungan kepada bank Islam dan bank konvensional : Erol dan El-Bdour (1989) dan Erol, Kaynak dan El-Bdour (1990) untuk penelitian di Yordania; Haron, Ahmad dan Planisek (1994) untuk Malaysia; sedangkan Gerrard dan Cunningham (1997) menganalisis pengetahuan masyarakat tentang perbankan Islam di Singapura. Hasil penting studi ini adalah: pertama, agama tidak muncul sebagai motif utama yang mendorong orang untuk mempergunakan jasa bank Islam. Kedua, semua studi itu menunjukkan bahwa efisiensi menjadi faktor utama, karena orang-orang menginginkan transaksi mereka diselesaikan secepat dan seefisien mungkin. Di sinilah pentingnya penerapan teknologi yang efisien. Ketiga, para nasabah bank Islam berorientasi pada laba dan berharap bahwa bank pilihannya sama atau bahkan lebih menguntungkan dibanding bank konvensional.
  • No comments:

    Post a Comment